Pages

Monday, August 20, 2018

Morgan Stanley: RI Mampu Kelola Dampak Kenaikan Suku Bunga

Liputan6.com, Jakarta - Ekonomi Indonesia merupakan salah satu yang paling merasakan tekanan untuk dapatkan pendanaan eksternal di Asia.

Namun, kenaikan suku bunga yang agresif bisa ditahan karena misalokasi sumber daya terhindarkan. Langkah-langkah struktural perlu diambil untuk mendukung pertumbuhan dan menjaga tingkat ketidakseimbangan eksternal.

Hal itu disampaikan Ekonom Morgan Stanley Deyi Tan dan Zac Su dalam laporannya berjudul Going Back to Fundamentals amid EM Volatility yang dirilis pada Senin (20/8/2018).

Dari laporan tersebut ada sejumlah hal yang menjadi sorotan. Pertama, perkembangan di Turki dan dolar Amerika Serikat yang terus menguat telah sebabkan efek spillover di pasar saham.

Gejolak volatilitas modal ini memicu pertanyaan seputar seberapa jauh Indonesia terdampak serta akibatnya pada kebijakan dan prospek pertumbuhan.

Morgan Stanley mengkaji ulang fundamental makro, melihat apa dampak dari fokus stabilitas makro pada prospek pertumbuhan dan menjabarkan apa pelajaran yang bisa diambil dari volatilitas pasar saham tersebut.

Ekonomi makro dan perkembangan geopolitik di Turki di tengah dolar Amerika Serikat (AS) yang menguat telah berdampak terhadap ekonomi negara berkembang lainnya seiring volatilitas modal yang meningkat.

Di luar mata uang Turki Lira, mata uang Amerika Latin dan CEEMEA terdepresiasi pada tingkat yang relatif tajam.Ini karena saling berhubungan.

Di Asia,negara yang alami defisit transaksi berjalan antara lain Filipina, Indonesia dan India tidak mengejutkan alami tekanan di pasar keuangan.

Secara perspektif, mata uang Asia alami tekanan lebih rendah dibandingkan negara berkembang lainnya.

Meski demikian, volatilitas tersebut menambah pertanyaan bagaimana ekonomi Asia, salah satunya Indonesia berada dalam lingkungan pendanaan lebih sulit dan konsekuensi dari kebijakan dan prospek pertumbuhan ekonomi.

Indonesia bukukan defisit transaksi berjalan 3,1 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada kuartal II 2018. Kemudian defisit perdagangan pada Juli 2018 mencapai 2,3 persen terhadap PDB.

Untuk mengatasi defisit tersebut, Pemerintah Indonesia umumkan untuk kurangi impor. Kemudian berlakukan tarif impor 7,5 persen atas 500 barang konsumsi termasuk yang dibeli secara online.

Selain itu, pemerintah meminta BUMN meninjau komponen yang diimpor dan menunda proyek infrastruktur. Pemerintah juga memperluas penerapan biodiesel 20 persen.

Bank Indonesia (BI) juga menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin (bps) usai gelar pertemuan pada 14-15 Agustus 2018. BI menaikkan suku bunga acuan 125 basis poin sejak Mei 2018.

Kedua, Morgan Stanley juga soroti Indonesia, India dan Filipina lebih terpapar risiko pendanaan di Asia. Ini dilihat dari defisit neraca berjalan negara tersebut.

Kesenjangan pendanaan eksternal akibatkan likuiditas perekonomian menjadi lebih ketat selama periode volatilitas modal.

Hal ini sebabkan tekanan depresiasi pada  mata uang negara itu. Di Asia, mata uang dari beberapa negara ini jauh lebih tertekan.

"Kami telah melihat perombakan di Asia yang terpapar tekanan pendanaan eksternal selama beberapa tahun terakhir," ujar Deyi Tan.

Selama tantangan mendapatkan pendanaan kembali pada 2013, ekonomi India, Indonesia dan Thailand menjadi lebih terbuka. Hal ini seiring defisit yang terjadi, memiliki inflasi relatif lebih tinggi sehingga tingkat bunga riil tertekan.

Dalam kasus tertentu seperti Thailand yang bergantung pada utang mendorong pertumbuhan. "Kombinasi respons kebijakan dan penyeimbangan makro berarti indikator stabilitas makro sebagian besar sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya," tulis Deyi Tan.

Namun, beberapa negara lain yaitu Filipina dan Malaysia terlihat indikator stabilitas makro yang melemah. Neraca pembayaran memburuk. Bahkan Filipina alami defisit. Selain itu, cadangan devisa juga melemah di Filipina dan Malaysia.

"Saat ini India, Indonesia dan Filipina lebih rentan terhadap risiko pendanaan mengingat defisit neraca transaksi berjalan," tulis Deyi Tan.

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

Let's block ads! (Why?)

from Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com kalo berita gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2BtYFxA

No comments:

Post a Comment